Terkadang saya merasa apakah yang saya alami dari awal tahun ini adalah karma?
Menganggap sepele pasangan itu ternyata gak sehat... tapi kalo dipikir2 saya ini makhluk keterlaluan juga -__- .. belakangan ini saya menyepelekan dan mengganggap pasangan saya gak bakal meninggalkan saya...
Bukan saya merasa sok laku atau gimana.. mungkin lebih ke perasaan tidak aman tentang sebuah hubungan...
dan selama satu tahun lebih kami berpacaran... saya menghianati dia berkali-kali dan berulang-ulang seolah-olah dia tidak tahu apa-apa. Bajingan skali saya ya...
Terakhir saya meninggalkan dia dan kembali berhubungan dengan 'mas mantan' yang seharusnya sudah tidak saya perhatikan lagi... tapi yah.. mungkin ini yang namanya khilaf...
dan pada suatu hari...
Dia meninggalkan saya tanpa pesan... terakhir yang saya ingat dari dia ketika saya terbangun dan dia sudah didepan saya sambil tersenyum dan mengucapkan selamat pagi...
Setiap pagi membuatkan ataupun mencarikan saya sarapan, apapun yang saya mau makan di pagi hari... dia menganggap saya segala-galanya buat dia.. dia selalu sabar menunggu saya tertidur seharian... tidak pernah mengeluh ketika saya menonton kungfu panda2 berulang-ulang kali... dan selalu membuat saya tertidur dengan nyaman didalam pelukannya...
semua itu kebaikan dari seorang laki-laki yang tidak pernah saya dapatkan dari orang lain...
tapi apa yang saya lakukan... berulang-ulang saya menghianati dia.. melukai dia dan meninggalkan dia tanpa kata-kata... dan... dia selalu menunggu dengan sabar dirumah... selalu menyambut dengan senyuman lebar saat saya pulang... JAHANAM sekali saya !
Sekarang dia sudah pergi.. entah ada dimana dia.. dan apakah saya bisa bertemu lagi dengan dia.. saya tidak tahu...
dihari itu saat saya pergi meninggalkannya.. dia tersenyum lebar dihadapan saya.. dan mencium saya dengan mesra...
tidak disangka itu adalah senyuman dan ciuman terakhir untuk saya...
dia hanya berpesan ,pada salah seorang teman saya, untuk menjaga saya baik-baik dan meyakinkan saya kalau dia baik-baik saja...
tapi apa mungkin dia baik-baik saja... dan hari ini tepat 2 minggu dia pergi meninggalkan saya...
dan kami berdua benar-benar harus menggantungkan semua impian kami untuk menikah....
memang benar kata pepatah kita akan merasa seseorang itu berharga ketika dia sudah benar-benar pergi...
dan saya mengganggap dia sangat berharga...
'mas mantan' yang kembali berhubungan dengan sayapun meninggalkan saya dengan alasan yang saya tidak tau apa.. dan rasanya itu biasa saja...
seolah-olah saya tidak perduli dengan kepergian 'mas mantan'...
tapi ketika dia pergi dan entah apakah bisa kembali lagi?
saya setiap hari menangis dan teringat-ingat tentang dia...
saya tau dia tidak ingin melihat saya menangis... untuk itulah saya benar-benar berusaha tegar untuk dia...
disini saya merasa sendiri dan tersakiti... tapi saya rasa, disana dia lebih merasa sendiri...
saya merindukan dia sngat-sangat !
merindukan saat dia menertawakan saya, rindu saat dia mencium saya, rindu pelukannya dan merindukan semua hal baik yang pernah dia lakukan pada saya...
dia tidak pernah sekalipun menyakiti saya...
cuma dia yang bisa membuat saya bermanja-manja dan membuat saya yang begini kuat menjadi lemah didepan dia... saya rindu dia... sangat merindukan dia !
merindukan setiap senyum, merindukan denting botol vodka, merindukan parfumnya, merindukan aroma terapi yang setiap hari dibakar, merindukan masakannya, merindukan pelukannya. semua-semua tentang dia...
dan sekarang dia sudah pergi... bukan untuk selamanya...
dan ini membuat saya benar-benar kehilangan sebelah sayap saya...
apakah saat saya masih hidup masih ada kemungkinan bertemu dengan dia???
bertemu lewat apa? lewat mimpi?
saya rindu dia.. sangat merindukan dia !!!
02 Juli 2012
27 April 2012
Seorang Pendosa
kamu tau apa rasanya dihakimi setiap hari??? -- saya mulai terbiasa dengan keadaan semacam itu akhir-akhir ini. Dan kenapa saya tidak melawan balik atau mencoba menjelaskan?? -- karena saya adalah pendosa murni yang tidak punya waktu untuk mencari pembenaran.
Mungkin saya terlahir sudah menjadi seorang pendosa, dan akan menjadi pendosa sampai mati.
Kenapa harus marah kalau memang tidak ada masalah?? Kenapa harus melemparkan kesalahan kepada orang lain? apa trik adu domba masih bisa digunakan? -- seingatku terakhir kali digunakan pada jaman Jepang atau jaman Belanda. Tapi inilah hidup, untuk menjadi dewasa seorang pendosa harus melewati banyak dosa .
Tapi saya tidak berkeberatan ketika saya dianggap sebagai pendosa -- karna saya memang pendosa. dan penghakiman yang saya terima, murni saya akan terima semuanya -- terlepas itu atas dasar kelakuan saya, atau atas dasar politik adu domba.
Berbicara tentang perasaan.
Kenapa harus saling membohongi diri sendiri bila memang ada rasa? dan kesalahan dipersalahkan kepada saya sang pendosa ini? jika memang saling mau, kenapa menjadikan saya sebagai pendosa yang sangat bersalah dan dianggap antagonis disini?
kenapa saya selalu diam dan tidak pernah mencoba menjelaskan apa-apa? -- sekali lagi, saya ini pendosa, seorang pendosa tidak akan pernah punya waktu untuk mengejar pembenaran ! Dan seorang pendosa akan diam saja ketika orang suci menghakimi dengan alibi-alibi tanpa arah.
rajam saya dengan batu-batu suci milik sang maha suci ! saya, pendosa, akan menerima semua penghakiman. Pendosa tidak punya dendam, pendosa hanya punya dosa...
dari saya yang paling berdosa
hakimi saya
JEY
Mungkin saya terlahir sudah menjadi seorang pendosa, dan akan menjadi pendosa sampai mati.
Kenapa harus marah kalau memang tidak ada masalah?? Kenapa harus melemparkan kesalahan kepada orang lain? apa trik adu domba masih bisa digunakan? -- seingatku terakhir kali digunakan pada jaman Jepang atau jaman Belanda. Tapi inilah hidup, untuk menjadi dewasa seorang pendosa harus melewati banyak dosa .
Tapi saya tidak berkeberatan ketika saya dianggap sebagai pendosa -- karna saya memang pendosa. dan penghakiman yang saya terima, murni saya akan terima semuanya -- terlepas itu atas dasar kelakuan saya, atau atas dasar politik adu domba.
Berbicara tentang perasaan.
Kenapa harus saling membohongi diri sendiri bila memang ada rasa? dan kesalahan dipersalahkan kepada saya sang pendosa ini? jika memang saling mau, kenapa menjadikan saya sebagai pendosa yang sangat bersalah dan dianggap antagonis disini?
kenapa saya selalu diam dan tidak pernah mencoba menjelaskan apa-apa? -- sekali lagi, saya ini pendosa, seorang pendosa tidak akan pernah punya waktu untuk mengejar pembenaran ! Dan seorang pendosa akan diam saja ketika orang suci menghakimi dengan alibi-alibi tanpa arah.
rajam saya dengan batu-batu suci milik sang maha suci ! saya, pendosa, akan menerima semua penghakiman. Pendosa tidak punya dendam, pendosa hanya punya dosa...
dari saya yang paling berdosa
hakimi saya
JEY
26 April 2012
antara PENDOSA dan maha SUCI
mencoba jadi orang baik yang sia sia... terlahir sebagai sang pendosa
akan menjadi pendosa sampai mati.. susah hidup sebagai minoritas di
dunia yang penuh dengan orang suci... dihakimi dengan kesalahan2 yang
tidak pernah disebutkan...
banyak orang suci yang saking sucinya ga pernah tau apa kesalahannya sendiri... menghakimi dan mendosakan para pendosa...
dunia sudah semakin suci ditengah banyaknya para pendosa....
dunia sudah semakin suci ditengah banyaknya para pendosa....
membenarkan diri dengan mencari kesalahan orang lain... mungkin sudah
musnah cermin di dunia.. hidup dengan perspektive2 palsu...
perupa topengpun laris dengan semua ekspresi dan alibi2 busuk..
perupa topengpun laris dengan semua ekspresi dan alibi2 busuk..
dua pilihan .. lawan atau tunjukkan?
melawan dengan tunjukkan...
tetap akan hidup sebagai pendosa yang tidak pernah malu mengakui dosa.. dibandingkan dengan orang suci yang menutupi dosa
Pendosa sejak lahir akan menjadi pendosa sampai mati !!! Tapi tidak akan terinjak sebagai pendosa...
Penghakiman bukan oleh orang suci...
Tuhan tetap MAHA OKE !!!
Penghakiman bukan oleh orang suci...
Tuhan tetap MAHA OKE !!!
17 Januari 2012
New COOLedge
Okey.. Finnaly saya memutuskan untuk pindah kampus dan tidak melanjutkan lagi di Psikologi...
Gyakakakkaka.... bego skali saya ya....
^^v
Yang penting saya akan bahagiakan orang tua saya dengan cara saya sendiri ^^v
Langganan:
Komentar (Atom)